![]() |
| Father and Son |
(Suara Ayah)
Ini bukan waktu untuk melakukan perubahan,
Santai-lah dulu, pelan-pelan saja.
Kau masih muda, dan itu kesalahanmu (takdirmu),
(Karena) masih ada begitu banyak hal yang harus kau ketahui.
Carilah seorang gadis, menetaplah (berumah-tanggalah),
Jika kau mau, kau bisa saja (langsung) menikah.
Lihat aku, aku sudah tua, tetapi aku bahagia.
Aku pernah seperti kau sekarang, dan aku tahu itu (sama sekali) tidak mudah,
Jadi orang yang tenang saat kau sadar bahwa sesuatu sedang terjadi.
Tapi luangkan waktumu, banyak-banyaklah berpikir, kenapa?
Pikirkan semua yang sudah kau dapatkan.
Karena kau mungkin masih akan ada di sini esok hari, tapi impianmu tidak.
(Suara Anak)
Bagaimana bisa aku coba jelaskan, ketika aku melakukannya ia berpaling lagi.
Ia selalu sama, cerita lama yang sama.
Sejak aku bisa bicara, aku (justru selalu) diperintah untuk mendengar.
Kini ada sebuah jalan, dan aku tahu bahwa aku harus pergi.
Aku tahu bahwa aku harus pergi.
(Suara Ayah)
Ini bukan waktu untuk melakukan perubahan,
Santai-lah dulu, pelan-pelan saja.
Kau masih muda, dan itu kesalahanmu (takdirmu),
(Karena) masih ada begitu banyak hal yang harus kau ketahui.
Carilah seorang gadis, menetaplah (berumah-tanggalah),
Jika kau mau, kau bisa saja (langsung) menikah.
Lihat aku, aku sudah tua, tetapi aku bahagia.
(Suara Anak=pergi, pergi, pergi, aku tahu aku harus membuat keputusan ini sendiri—oh tidak)
(Suara Anak)
Setiap kali aku menangis, (dan) menyimpan semua yang kuketahui dalam hati (rapat-rapat),
Memang sulit, tapi lebih sulit lagi mengabaikannya.
Jika mereka memang benar, maka aku pasti setuju, tapi mereka-lah yang kau pahami, bukan aku.
Kini ada sebuah jalan, dan aku tahu bahwa aku harus pergi.
Aku tahu bahwa aku harus pergi.
(Suara Ayah-tinggallah, tinggallah, tinggallah, mengapa kau harus pergi dan membuat keputusan ini sendiri? )

No comments:
Post a Comment